Sejarah PANN Maritime Finance

PT PANN Pembiayaan Maritim atau dikenal dengan nama dagang PANN Maritime Finance adalah penerus usaha pembiayaan sektor maritim khususnya pembiayaan pengadaan kapal dari PT Pengembangan Armada Niaga Nasional (Persero) atau disingkat PANN yang telah memiliki pengalaman panjang di bidang pembiayaan industri maritim sejak tahun 1974, oleh karena itu, sejarah dan rekam jejak PANN Maritime Finance merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dengan PANN.

PANN didirikan pada tanggal 16 Mei 1974 berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 18 tahun 1974 dan dengan modal dasar yang bersumber dari pemerintah RI dan Bank Mandiri Eks Legacy Bapindo) yang dikembangkan sebagai wahana untuk menyelenggarakan program investasi kapal niaga nasional.

Tujuan didirikannya PANN antara lain adalah untuk turut melaksanakan kebijaksanaan dan menunjang program Pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya, khususnya pengadaan armada niaga, alat apung, dan alat penunjang lainnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, Perseroan melakukan pengadaan kapal melalui pemesanan kapal baru dan pembelian kapal niaga serta alat-alat perlengkapan kapal untuk selanjutnya dijual, disewa-belikan atau disewakan kepada perusahaan pelayaran nasional atau pemilik kapal yang membutuhkannya. Demikian juga usaha-usaha pengadaan keperluan dok dan galangan kapal guna pembinaan dan pengembangan armada niaga nasional. Perseroan dapat pula mendirikan atau menjalankan usaha lainnya yang mempunyai hubungan dengan bidang usaha tersebut di atas, baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama dengan badan-badan lain, sepanjang yang demikian itu tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam anggaran dasar.

Dalam satu dasawarsa pertama (1974 - 1984), tercatat peranan PANN dalam menunjang armada niaga nasional sebagai berikut:

  • Proyek pengadaan pertama berupa 13 unit kapal general cargo yang dibiayai modal sendiri, terdiri dari 8 unit kapal bekas dan 5 unit kapal baru. Pembangunan kapal baru melibatkan 4 galangan dalam negeri yaitu PT IPPA Gaya Baru Semarang, PT Inggom Shipyard Jakarta, PT Pelita Bahari Jakarta, dan PT Dok & Perkapalan Surabaya.
  • Bank Dunia memberikan kepercayaan dengan menyediakan dana untuk pengadaan sedikitnya 30 unit kapal general cargo bekas berusia muda.
  • Menjalin kerja sama dengan Pemerintah Norwegia untuk membangun 20 unit kapal general cargo, dimana 10 unit dibangun di Norwegia dan 10 unit dibangun di Indonesia.
  • Mengadakan kapal-kapal general cargo bekas dengan modal sendiri, sehingga secara keseluruhan dalam satu dasawarsa pertama (1974 - 1984), PANN berhasil mengadakan 74 kapal niaga jenis general cargo dengan bobot antara 400 DWT hingga 6.000 DWT untuk dileasingkan kepada kurang lebih 21 perusahaan pelayaran nasional.

Halaman 1 | Halaman 2 >>

Gallery

  • web template 1
    Erlyne
  • web template 2
    IBC Tarjun